Pages

Kamis, 21 April 2016

PKM-AI



ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MALANG
Dewi Eka Ratnasari, Melinda Fitria Febdriyana, Vivianti Nur Wahyu Afifah
Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang Nomer 5, Kota Malang

ABSTRACT: Economic growth in Malang not so high, this is because Malang city government only rely on investment, shopping, and culinary sector. Malang City government less attention to education sector in
supporting economic growth in its territory. Therefore this study aims to find out the influence of education on economic growth in Malang. In the process,economic growth of a regionis highly supported by qualified human resources. The role of education is very strategic, because education is not only prepares the students tocontinue their education to a higher level, but more than that education prepares students to be ready to  enter in the various fields of work in the community. Population of this study were all students of the State Universityof Malang with a sample were students of the Facultyof Economics  State University of Malang. The type of research that used is a quantitative method by distribute a questionnaire to the respondent which contain a structured questions. The study was conducted at the Faculty of Economics, StateUniversity of Malang on November 2015. The data analysis technique by using adescriptive analysis with describe the data obtained in the form of numbers then inserted in the table and concluded qualitatively. The result of this study showed that the education has implications for the economic growth in Malang. Economic growth of a region is highly supported by human resources with extensive knowledge and has a good skills.
Keywords: Education, Economic Growth, Region.

ABSTRAK: Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tidak begitu tinggi, hal ini dikarenakan pemerintah Kota Malang hanya mengandalkan dari sektor investasi, wisata belanja, dan kuliner. Pemerintah Kota Malang kurang begitu memperhatikan sektor pendidikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Peran pendidikan sangatlah strategis, karena pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun lebih dari itu pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk siap memasuki berbagai bidang pekerjaan yang ada di masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan sampel mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan membagikan angket kuisioner pada responden yang berisi pertanyaan terstruktur. Penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang pada November 2015. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dengan mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian dimasukkan dalam tabel dan disimpulkan secara kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan eonomi di Kota Malang. Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang memadai.
Kata kunci: Pendidikan, Pertumbuhan Ekonomi, Wilayah.




PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pendidikan. Secara tidak langsung pendidikan menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Melalui pendidikan akan melahirkan SDM yang kreatif, berkualitas, dan inovatif sehingga produktivitasnya akan meningkat. Produktivitas yang meningkat akan memberikan kontribusi yang tinggi pada pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Menurut Ananda pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tidak akan melesat tinggi, bisa jadi hanya akan ada pertumbuhan 0,2 persen hingga 0,3 persen (Lia, 2015). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam era otonomi daerah juga merupakan salah satu tujuan perekonomian suatu wilayah, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM).
Sektor pendidikan menduduki posisi sentral dalam pertumbuhan ekonomi karena sasarannya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) (Tirtarahardja dan Sulo, 2005). Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi suatu wilayah memenag sangat didukung oleh SDM yang memiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang mumpuni. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun lebih dari itu pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk siap memasuki berbagai bidang pekerjaan yang ada di masyarakat.
Hasil penelitian Khusaini (2007) kemajuan ekonomi dalam berbagai hal bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perlu dikembangkan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengembangan.Selama ini untuk menggenjot pertumbuhan perekonomiannya, pemerintah Kota Malang hanya mengandalkan pada sektor investasi, wisata belanja, dan kuliner (Antara, 2015). Namun sektor pendidikan kurang menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perlunya mengembangkan tingkat pendidikan di dalam usaha untuk membangun perekonomian menurut Atmanti (2005), yaitu: (1) pendidikan yang lebih tinggi memperluas pengetahuan masyarakat dan mempertinggi rasionalitas pemikiran mereka, (2) pendidikan memungkinkan masyarakat mempelajari pengetahuan teknis diperlukan untuk memimpin dan menjalankan perusahaan modern dan kegiatan modern lainnya, (3) pengetahuan yang lebih baik  yang diperoleh dari pendidikan menjadi perangsang ntuk menciptakan pembaharuan dalam bidang teknik, ekonomi, dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat lainnya.



TUJUAN
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Dengan mengetahui adanya pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang, diharapakan pemerintah Kota Malang  dapat lebih memperhatikan pendidikan di wilayahnya sebagai salah satu faktor untuk memperbaiki tingkat pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

METODE
Jenis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. instrumen yang digunakan adalah angket.Teknik angket digunakan peneliti untuk mendapatkan data tentang pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Teknik analisis statistik deskriptif yang diterapkan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu suatu analisis data dengan cara mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian ditabelkan. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menjawab dan mendeskripsikan kondisis variabel. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu, variabel pendidikan (X) dan variabel pertumbuhan ekonomi (Y).
Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang berjumlah 120. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2015. Angket (kuisioner) menurut Sugiyono (2010:199) kuisioner ialah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, persentase, dan korelasi product momment. Menurut Sugiyono (2007:29) teknik analisis deskriptif berfungsi untuk mendiskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan berlaku untuk umum. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menjawab dan mendeskripsikan kondisis variabel. Analisis korelasi linier sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan anatara dua variable dan juga untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara dua variabel yang biasa disebut variable bebas (X) dan variable terikat (Y). Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah data-data yang dikumpulkan lengkap, maka selanjutnya data-data tersebut dianalis dengan metode kuantitatif atau sering disebut dengan analisis data statistik.Untuk mengetahui ada atau tidaknya implikasi pendidikan (X) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, dibawah ini akan disajikan data tentang implikasi pendidikan (X) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) yang diperoleh dari angket.
Adapun persentase yang diperoleh dari penghitungan variabel pendidikan  (X) disajikan dalam gambar berikut.

Gambar 1. Peresentase Variabel Pendidikan (X)

Sedangkan persentase yang diperoleh dari penghitungan variabel pertumbuhan ekonomi (Y) adalah sebagai berikut.

Gambar 2. Persentase Variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y)

Berdasarkan uraian pembahasan mengenai masing-masing data antara pendidikan (X) dan pertumbuhan ekonomi (Y) di atas, menunjukkan bahwa pada kedua aspek tersebut dipersepsi baik oleh para responden yang berasal dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pada aspek pendidikan, sebanyak 84,16% responden memilih aspek tersebut berada pada kategori setuju. Sedangkan sisanya yaitu, 2,5% sangat setuju, 10,83% kurang setuju, dan 2,5 % tidak setuju.
Sama halnya dengan aspek pertumbuhan ekonomi, temuan penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80,83% responden setuju. Sedangkan sisanya, 1,66% sangat setuju, 15,83% kurang setuju, dan 1,66% tidak setuju. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang setuju dengan pendidikan mempunyai implikasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
Setelah menghitung persentase dari variabel pendidikan (X) maupun pertumbuhan ekonomi (Y), dihitung juga korelasi diantara kedua veribel tersebut enggunakan alat bantu yaitu dengan spss 20 untuk lebih menguatkan hasil perhitungan pada gambar di atas. Berikut hasil dari perhitungan korelasi menggunakan spss 20 disajikan dalam tabel.

Tabel 3. Korelasi Antara Variabel Pendidikan (X) dan Variabel                                     Pertumbuhan Ekonomi (Y)
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
,663a
,439
,435
4,58138
a. Predictors: (Constant), X

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa korelasi antara variabel pendidikan (X) dengan variabel pertumbuhan ekonomi (Y) sangat tinggi, yaitu sebesar 0,663. Serta dari perhitungan tersebut juga dapat diketahu bahwa variabel pendidikan (X) sangat dominan terhadap variabel pertumbuhan ekonomi (Y).
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (UU Sisdiknas, 2003). Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka. Dengan pendidikan diharapkan dapat menyerap teknologi yang baru agar dapat meningkatkan produktivitasnya.
Sedangkan, menurut Sukirno (2006) pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
Pendidikan memainkan peranan utama dalam membentuk kemampuan sebuah negara berkembang untuk menciptakan pengetahuan baru, menyerap teknologi modern, melahirkan tenaga-tenaga ahli serta mengembangkan kapasitas agar tercipta pertumbuhan serta pembangunan yang berkelanjutan (Todaro, 2006).
            Teori yang berkaitan dengan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi adalah Teori Modal Manusia. Dalam teori ini menyebutkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Apabila seseorang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi, dan lamanya dalam menempuh pendidikan akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibandingkan dengan yang pendidikannya lebih rendah. Apabila upah pekerja mencerminkan produktivitasnya, maka semakin banyak penduduk yang memiliki pendidikan tinggi sehingga semakin tinggi pula produktivitas dan ekonomi akan tumbuh dengan baik (Simanjuntak dalam Indrasari, 2009).
Pendidikan merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan kualitas SDM. Melalui pendidikan kemampuan berpikir seseorang akan bertambah dan pada akhirnya dapat dijadikan bekal dalam memasuki dunia kerja. Dengan demikian pendidikan dapat dimasukkan sebagai investasi pembangunan yang hasilnya dapat dinikmati kemudian hari. Pembangunan di bidang pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.
Telah disepakati oleh semua pihak bahwa keberhasilan  pembangunan suatu bangsa bukan hanya ditentukan oleh sumber kekayaan alamnya saja, tetapi terutama ditentukan oeleh kualitas sumber daya manusainya (SDM). Ada banyak faktor yang ikut serta menentukan kualitas sumber daya manusia tersebut, namun yang paling penting adalah pendidikan yang bermutu (Marsuki, 2010). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suau wilayah, hal ini dikarenakan pendidikan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sehngga mamu meningkatkan produktivitasnya agar pertumbuhan ekonomi di wilayahnya tinggi.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, yakni sebagian besar responden setuju terhadap pendidikan yang mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pendidikan mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan angket yang disebarkan kepada seratus duapuluh responden yang berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan uji korelasi antara kedua variabel penelitian. Dari seratus duapuluh responden sebagian besar menyatakan setuju terhadap adanya hubungan antara pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
            Pendidikan juga mempunyai peran yang strategis dalam pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Melalui pendidikan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai pengetahuan luas dan keterampilan yang mumpuni. Pendidikanlah yang dapat membekali manusia-manusia dengan pengetahuan yang luas dan keterampilan yang mumpuni. Selain itu, pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun lebih dari itu pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk siap terjun di masyarakat yang penuh persaingan dan tantangan. Dalam hal ini pendidikan mempersiapkan peserta didiknya untuk siap memasuki berbagai bidang pekerjaan yang ada di masyarakat.Lebih dari itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas produktivitasnya juga akan meningkat sehingga memiliki kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. 

0 comment:

Posting Komentar