ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MALANG
Dewi
Eka Ratnasari, Melinda Fitria Febdriyana, Vivianti Nur Wahyu Afifah
Universitas
Negeri Malang, Jalan Semarang Nomer 5, Kota Malang
ABSTRACT: Economic
growth in Malang not so high, this is because Malang city government only rely
on investment, shopping, and culinary sector. Malang City government less
attention to education sector in
supporting economic growth in its territory.
Therefore this study aims to find out the influence of education on economic
growth in Malang. In the process,economic growth of a regionis highly supported
by qualified human resources. The role of education is very strategic,
because education is not only prepares the students tocontinue their education to a higher level, but more than that education prepares students to be ready to enter in the various fields of work in the
community. Population of this study were all students of
the State Universityof Malang with a sample were students of the Facultyof
Economics State University of Malang.
The type of research that used is a
quantitative method by distribute a questionnaire to the respondent
which contain a structured questions. The
study was conducted at the Faculty of Economics, StateUniversity of Malang on November
2015. The data analysis technique by using adescriptive
analysis with describe the data obtained in the form of numbers then inserted in
the table and concluded qualitatively. The
result of this study showed that the education has implications for the economic
growth in Malang. Economic growth of a region is highly supported by
human resources with extensive knowledge and has a good skills.
Keywords:
Education, Economic Growth, Region.
ABSTRAK: Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tidak begitu tinggi, hal ini
dikarenakan pemerintah Kota Malang hanya mengandalkan dari sektor investasi,
wisata belanja, dan kuliner. Pemerintah Kota Malang kurang begitu memperhatikan
sektor pendidikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Maka dari
itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap
pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Dalam prosesnya,
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat didukung oleh sumber daya manusia yang
berkualitas. Peran pendidikan sangatlah strategis, karena pendidikan tidak
hanya mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi, namun lebih dari itu pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk
siap memasuki berbagai bidang pekerjaan yang ada di masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas
Negeri Malang dengan sampel mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan membagikan
angket kuisioner pada responden yang berisi pertanyaan terstruktur. Penelitian
dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang pada November 2015.
Teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dengan
mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian dimasukkan
dalam tabel dan disimpulkan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki
pengaruh terhadap pertumbuhan eonomi di Kota Malang. Pertumbuhan ekonomi suatu
wilayah sangat didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan luas
dan keterampilan yang memadai.
Kata
kunci: Pendidikan, Pertumbuhan Ekonomi, Wilayah.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan
ekonomi pada suatu wilayah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah
pendidikan. Secara tidak langsung pendidikan menjadi faktor utama dalam
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Melalui pendidikan akan melahirkan SDM yang
kreatif, berkualitas, dan inovatif sehingga produktivitasnya akan meningkat.
Produktivitas yang meningkat akan memberikan kontribusi yang tinggi pada
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Menurut
Ananda pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tidak akan melesat tinggi, bisa jadi
hanya akan ada pertumbuhan 0,2 persen hingga 0,3 persen (Lia, 2015).
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam era otonomi daerah juga merupakan salah
satu tujuan perekonomian suatu wilayah, banyak faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, salah satu faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi adalah kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM).
Sektor
pendidikan menduduki posisi sentral dalam pertumbuhan ekonomi karena sasarannya
adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) (Tirtarahardja dan Sulo,
2005). Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi suatu wilayah memenag sangat
didukung oleh SDM yang memiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang mumpuni.
Pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun lebih dari itu pendidikan
mempersiapkan peserta didik untuk siap memasuki berbagai bidang pekerjaan yang
ada di masyarakat.
Hasil
penelitian Khusaini (2007) kemajuan ekonomi dalam berbagai hal bertumpu pada
basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perlu dikembangkan
kegiatan-kegiatan penelitian dan pengembangan.Selama ini untuk menggenjot
pertumbuhan perekonomiannya, pemerintah Kota Malang hanya mengandalkan pada
sektor investasi, wisata belanja, dan kuliner (Antara, 2015). Namun sektor
pendidikan kurang menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota Malang untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Ada beberapa faktor yang
menyebabkan perlunya mengembangkan tingkat pendidikan di dalam usaha untuk
membangun perekonomian menurut Atmanti (2005), yaitu: (1) pendidikan yang lebih
tinggi memperluas pengetahuan masyarakat dan mempertinggi rasionalitas
pemikiran mereka, (2) pendidikan memungkinkan masyarakat mempelajari
pengetahuan teknis diperlukan untuk memimpin dan menjalankan perusahaan modern
dan kegiatan modern lainnya, (3) pengetahuan yang lebih baik yang diperoleh dari pendidikan menjadi
perangsang ntuk menciptakan pembaharuan dalam bidang teknik, ekonomi, dan dalam
berbagai aspek kehidupan masyarakat lainnya.
TUJUAN
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
adanya pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Dengan
mengetahui adanya pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota
Malang, diharapakan pemerintah Kota Malang dapat lebih memperhatikan pendidikan di
wilayahnya sebagai salah satu faktor untuk memperbaiki tingkat pertumbuhan
ekonomi di Kota Malang.
METODE
Jenis
penelitian ini dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif. instrumen yang digunakan adalah angket.Teknik
angket digunakan peneliti untuk mendapatkan data tentang pengaruh pendidikan
terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis deskriptif. Teknik analisis statistik deskriptif yang
diterapkan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu suatu analisis data dengan
cara mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian
ditabelkan. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menjawab dan
mendeskripsikan kondisis variabel. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu,
variabel pendidikan (X) dan variabel pertumbuhan ekonomi (Y).
Responden
dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang berjumlah 120. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2015. Angket (kuisioner) menurut
Sugiyono (2010:199) kuisioner ialah teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada
responden untuk dijawabnya.
Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis
deskriptif, persentase, dan korelasi product
momment. Menurut
Sugiyono (2007:29) teknik analisis deskriptif berfungsi untuk mendiskripsikan
atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau
populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan
berlaku untuk umum. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menjawab dan
mendeskripsikan kondisis variabel. Analisis korelasi linier sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk
mengetahui ada atau tidak hubungan anatara dua variable dan juga untuk
mengetahui seberapa erat hubungan antara dua variabel yang biasa disebut
variable bebas (X) dan variable terikat (Y). Koefisien korelasi sederhana
menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Setelah
data-data yang dikumpulkan lengkap, maka selanjutnya data-data
tersebut dianalis dengan metode kuantitatif
atau sering disebut dengan analisis data statistik.Untuk mengetahui ada atau
tidaknya implikasi pendidikan (X) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, dibawah ini
akan disajikan data tentang implikasi pendidikan (X)
terhadap pertumbuhan
ekonomi (Y) yang diperoleh
dari angket.
Adapun persentase
yang diperoleh dari penghitungan
variabel
pendidikan (X) disajikan dalam gambar berikut.
Gambar
1. Peresentase Variabel Pendidikan (X)
Sedangkan persentase
yang diperoleh dari penghitungan variabel pertumbuhan ekonomi (Y) adalah
sebagai berikut.
Gambar 2. Persentase Variabel Pertumbuhan Ekonomi
(Y)
Berdasarkan
uraian pembahasan mengenai masing-masing data antara pendidikan (X) dan pertumbuhan
ekonomi (Y) di atas, menunjukkan bahwa pada kedua aspek tersebut dipersepsi
baik oleh para responden yang berasal dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Malang. Pada aspek pendidikan, sebanyak 84,16% responden memilih aspek tersebut
berada pada kategori setuju. Sedangkan sisanya yaitu, 2,5% sangat setuju,
10,83% kurang setuju, dan 2,5 % tidak setuju.
Sama
halnya dengan aspek pertumbuhan ekonomi, temuan penelitian menunjukkan bahwa
sebanyak 80,83% responden setuju. Sedangkan sisanya, 1,66% sangat setuju,
15,83% kurang setuju, dan 1,66% tidak setuju. Hal ini mengindikasikan bahwa
sebagian besar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang setuju
dengan pendidikan mempunyai implikasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota
Malang.
Setelah
menghitung persentase dari variabel pendidikan (X) maupun pertumbuhan ekonomi (Y),
dihitung juga korelasi diantara kedua veribel tersebut enggunakan alat bantu
yaitu dengan spss 20 untuk lebih menguatkan hasil perhitungan pada gambar di
atas. Berikut hasil dari perhitungan korelasi menggunakan spss 20 disajikan
dalam tabel.
Tabel 3. Korelasi Antara Variabel
Pendidikan (X) dan Variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y)
|
Model
Summary
|
||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted
R Square
|
Std.
Error of the Estimate
|
|
1
|
,663a
|
,439
|
,435
|
4,58138
|
|
a. Predictors: (Constant), X
|
||||
Dari
tabel di atas dapat dilihat bahwa korelasi antara variabel pendidikan (X)
dengan variabel pertumbuhan ekonomi (Y) sangat tinggi, yaitu sebesar 0,663.
Serta dari perhitungan tersebut juga dapat diketahu bahwa variabel pendidikan
(X) sangat dominan terhadap variabel pertumbuhan ekonomi (Y).
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (UU Sisdiknas, 2003).
Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pendidikan merupakan salah
satu aspek dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga
dapat meningkatkan kemampuan mereka. Dengan pendidikan diharapkan dapat
menyerap teknologi yang baru agar dapat meningkatkan produktivitasnya.
Sedangkan, menurut Sukirno (2006)
pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian
yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan
kemakmuran masyarakat meningkat.
Pendidikan
memainkan peranan utama dalam membentuk kemampuan sebuah negara berkembang
untuk menciptakan pengetahuan baru, menyerap teknologi modern, melahirkan
tenaga-tenaga ahli serta mengembangkan kapasitas agar tercipta pertumbuhan
serta pembangunan yang berkelanjutan (Todaro, 2006).
Teori yang berkaitan dengan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi
adalah Teori Modal Manusia. Dalam teori ini menyebutkan bahwa pendidikan
memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Apabila seseorang yang
tingkat pendidikannya lebih tinggi, dan lamanya dalam menempuh pendidikan akan
memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibandingkan dengan yang
pendidikannya lebih rendah. Apabila upah pekerja mencerminkan produktivitasnya,
maka semakin banyak penduduk yang memiliki pendidikan tinggi sehingga semakin
tinggi pula produktivitas dan ekonomi akan tumbuh dengan baik (Simanjuntak
dalam Indrasari, 2009).
Pendidikan merupakan salah
satu aspek untuk meningkatkan kualitas SDM. Melalui pendidikan kemampuan
berpikir seseorang akan bertambah dan pada akhirnya dapat dijadikan bekal dalam
memasuki dunia kerja. Dengan demikian pendidikan dapat dimasukkan sebagai
investasi pembangunan yang hasilnya dapat dinikmati kemudian hari. Pembangunan
di bidang pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai andil besar
terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.
Telah disepakati oleh semua
pihak bahwa keberhasilan pembangunan
suatu bangsa bukan hanya ditentukan oleh sumber kekayaan alamnya saja, tetapi
terutama ditentukan oeleh kualitas sumber daya manusainya (SDM). Ada banyak
faktor yang ikut serta menentukan kualitas sumber daya manusia tersebut, namun
yang paling penting adalah pendidikan yang bermutu (Marsuki, 2010). Sehingga
dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
ekonomi suau wilayah, hal ini dikarenakan pendidikan mampu mencetak sumber daya
manusia (SDM) yang berkualitas sehngga mamu meningkatkan produktivitasnya agar
pertumbuhan ekonomi di wilayahnya tinggi.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian
yang telah dilakukan, yakni sebagian besar responden setuju terhadap pendidikan
yang mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian, menunjukkan bahwa pendidikan mempunyai pengaruh terhadap
pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan
angket yang disebarkan kepada seratus duapuluh responden yang berasal dari
mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan uji korelasi antara
kedua variabel penelitian. Dari seratus duapuluh responden sebagian besar
menyatakan setuju terhadap adanya hubungan antara pendidikan terhadap
pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
Pendidikan
juga mempunyai peran yang strategis dalam pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.
Melalui pendidikan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai
pengetahuan luas dan keterampilan yang mumpuni. Pendidikanlah yang dapat
membekali manusia-manusia dengan pengetahuan yang luas dan keterampilan yang
mumpuni. Selain itu, pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun lebih dari itu
pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk siap terjun di masyarakat yang
penuh persaingan dan tantangan. Dalam hal ini pendidikan mempersiapkan peserta
didiknya untuk siap memasuki berbagai bidang pekerjaan yang ada di masyarakat.Lebih
dari itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas produktivitasnya juga akan
meningkat sehingga memiliki kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi di
wilayahnya.

0 comment:
Posting Komentar