PENGENDALIAN
MUTU DENGAN MANAJEMEN MUTU TERPADU
RESUME
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
yang dibina oleh Bapak Prof. Dr. Hendyat Soetopo,
M.Pd dan Bapak Dr. Juhariyanto, M.M, M.Pd
oleh:
Dewi Eka Ratnasari (140131603822)
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
JURUSAN
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Januari 2015
A. Pendahuluan
Dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kepala sekolah sebagai manajer
perlu menerapkan pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) yang diterjemahkan
dari Total Qulity Management (TQM). Sejak tahun 1980-an MMT mulai diterapkan
dalam bidang pendidikan di negara maju dan ternyata berhasil dengan baik. Tren
manajemen semacam ini mulai diterapkan di Indonesia di bidang pendidikan dengan
dilaksanakan uji coba di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
B. Pengertian Manajemen Mutu Terpadu
MMT
adalah satu pendekatan manajemen yang memusatkan perhatian pada peningkatan
mutu pendidikan melalui peningkatan mutu komponen terkait. Setiap komponen
terkait dalam manajemen berproses secara terpadu untuk mencapai mutu pendidikan
yang diharapkan. Sasarannya adalah kepuasan pelanggan, baik pelanggan
internalmaupun pelanggan eksternal. MMT memerlukan komitmen bersama dalam
melaksanakan tugas masing-masing yang secara sinergis berproses sehingga
memenuhi akuntabilitas (kebertanggungjawaban) yang diharapkan.
C. Komponen-Komponen Mutu Pendidikan
a.
Siswa :
Kesiapan dan motivasi belajarnya.
b.
Guru :
Kemampuan profesional, moral kerjanya (kemampuan personal), dan kerjasamanya
(kemampuan sosial).
c.
Kurikulum : Relevansi konten
dan operasionalisasi proses
pembelajarannya.
d.
Dana, sarpras : Kecukupan dan keefektifan
dalam mendukung proses
pembelajaran.
e.
Masyarakat : Partisipasinya
dalam pengembengan program-
program
pendidikan di sekolah. Mutu komponen- komponen tersebut di atas menjadi fokus
perhatian
kepala
sekolah.
D. Prinsip Dasar Manajemen Mutu
Pendidikan
Dalam
MMT sekolah dipahami sebagai “Unit Layanan Jasa”, yakni layanan pembelajaran.
Prinsip dasar yang dianut dalam MMT adalah:
a.
Kepuasan pelanggan
Berarti
sistem pendidikan harus dilaksanakan demi pencapaian kepuasan pihak-pihak yang
berkepentingan, misalnya para orang tua, pemakai lulusan, penyandang dana,
pemerintah, dan pihak lain yang selama ini peduli Sn turut berpartisipasi dalam
peningkatan mutu sekolah.
b.
Menekankan proses berfungsinya setiap
komponen secara sistemik
Berkait
dengan manajemen kurikulum, sumber daya manusia, siswa, sarana dan prasarana,
dana , dan partisipasi masyarakat.
c.
Komitmen personel untuk meningkatkan
mutu
Berarti
setiap orang yang terlibat dalam proses peningkatan mutu pendidikan harus
memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan; misalnya
pimpinan lembaga pendidikan, para guru atau pelatih, pegawai administrasi,
pembantu sekolah, dan yang lainnya merasa memiliki sekolahnya dan bertekad
bersama meningkatkan mutu pelayanan dan mutu kerjanya.
d.
Akuntabilitas
Berkait
dengan nilai kebertanggungjawaban setiap aktivitas yang dilaksanakan. Berarti
setiap komponen pendidikan yang berproses dalam peningkatan mutu pendidikan
harus bisa dipertanggungjawabkan
terhadap semua stakeholders.
Oleh sebab itu perlu adanya transparansi manajemen yang dilaksanakan di setiap
lembaga pendidikan.
E. Pelanggan Internal dan Eksternal
1. Pelanggan internal : guru, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga
administrasi
2. Pelanggan eksternal,
terdiri atas: a. Pelanggan primer yaitu siswa
b. Pelanggan sekunder yaitu orang
tua, pemerintah dan masyarakat.
c. Pelanggan tertier yaitu pemakai
atau penerima lulusan (perguruan tinggi dan dunia usaha.
F.
Tolak Ukur Keberhasilan Sekolah
Menurut MMT keberhasilan sekolah diukur dari
tingkat kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal. Dilihat dari jenis
pelanggannya, maka sekolah dipastikan berhasil jika:
1. Siswa
puas dengan layanan sekolah baik dalam pelajaran yang diterima, perlakuan guru,
dan fasilitas sekolah.
2. Orang
tua puas dengan layanan terhadap anaknya maupun terhadap orang tua sendiri.
3. Pihak
pemakai atau pihak penerima lulusan puas karena menerima lulusan dengan
kualitas yang sesuai harapan.
4. Guru
dan karyawan puas dengan layanan sekolah.
G.
Sifat Layanan Demi Kepuasan Pelanggan
1.
kepercayaan (reliability) yaitu Layanan sesuai yang disajikan yang memenuhi aspek kejujuran, aman, tepat waktu dan
ketersediaan.
2. keterjaminan
(assurance) artinya mampu menjamin
kualitas layanan yang diberikan.
3. penampilan
(tangible) artinya bagaimana situasi
sekolah tampak baik dari segi kerapian, kebersihan, keteraturan dan keindahan.
4. perhatian
(empathy) artinya sekolah memberikan
perhatian penuh kepada pelanggan.
5. ketanggapan
(responsiveness) artinya sekolah
harus cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan.
H.
Langkah-Langkah Pelaksanaan MMT di Sekolah
1. Mengubah
pola pikir ssekolah dari unit produksi menjadi unit layanan jasa.
2. Fokus
perhatian diletakkan pada proses secara sistemik.
3. Program
atau kegiatan bukan hanya untuk kepentingan sesaat tetapi untuk jangka panjang.
4. Sekolah
harus selalu mengupayakan peningkatan kepuasan pelanggan.
5. Setiap
program harus disertai dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
I.
Saran
Praktis Penerapan MMT Di Sekolah
1. Lakukan
pemahaman terhadap MMT secara baik dengan pengkajian MMT secara bersama-sama
sampai pada persamaan persepsi.
2. Ubahlah
perintah dari atas menjadi inisitif dari bawah.
3. Membentuk
tim MMT yang bertugas menyusun rencana strategis penerapan MMT.
4. Laksanakan
MMT secara bertahap tetapi berkesinambungan.
J.
Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah
1. Pengertian Manajemen
Peningkatan Mutu Sekolah ( MPMS)
Manajemen peningkatan mutu sekolah adalah
suatu metode peningkatan mutu yang bertumpu pada sekolah itu sendiri,
mengaplikasikan sekumpulan teknik, mendasarkan pada ketersediaan data
kuantitatif dan kualitatif, dan pemberdayaan semua komponen sekolah untuk
meningkatkan kapasitas dan kemampuan sekolah guna memenuhi kebutuhan peserta
didik dan masyarakat.
2. Penyusunan Program
MPMS
Sekolah menyusun program penngkatan mutu yang mencakup
visi, misi, tujuan , sasaran dan target, analisis kemampuan sekolah, program
jangka pendek, dan rencana monitoring dan evaluasi. Program MPMS harus
dirumuskan secara tertulis dengan jelas, mudah dipahami, kemajuan sekolah dapat
dirasakan oleh semua pihak yang terlibat.
3. Teknik Menyusun
Program Peningkatan Mutu
a. School Review
Suatu
proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama dengan oraang tua dan
tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah serta
mutu lulusan. Dengan begitu akan
dihasilkan rumusan tentang kelebihan dan kelemahan, prestasi siswa, dan
rekomendasi untuk pengembangan program tahun mendatang.
b. Bench Marking
Suatu
kegiatan untuk menetapkan standar dan target yang akan dicapai dalam suatu
periode tertentu. Langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain tentukan fokus,
tentukan indikator, tentukan standar, bandingkan standar dengan realita,
tentukan gap yang terjadi , rencanakan target untuk mencapai standar dan
rumuskan cara untuk mencapai target.
c. Quality Assurance
teknik untuk menentukan proses pendidikan telah
berlangsung sebagaimana seharusnya. Sehingga dapat dideteksi penyimpangan yang
terjadi pada proses, akan menghasilkan informasi yang merupakan umpan balik
bagi sekolah dan memberikan jaminan bagi orang tua siswa.
d. Quality Control
sistem
untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai
dengan standar. Namun, kualitas kontrol harus mempunyai indikator kualitas yang
jelas dan pasti.
4.Tahap pelaksanaan MPMS
a. Tahap
persiapan
1) Menyampaikan
informasi pada guru, staf administrasi dan orang tua siswa.
2) Menyusun
tim pengembang, yangbterdiri dari guru, kepala sekolah, dan pakar
3) Melatih
tim evaluasi sekolah
4) Menentukan
fokus yaitu aaspek yang akan dievaluasi berikut dengan indikatornya
masing-masing.
5) Menetukan
secara acak subjek sumber informasi dan sample responden
b. Tahap
Implementasi
1) Pengumpulan
informasi
2) Pengolahan
informasi
3) Penyususnan
draft (buram) laporan dan rekomendasi
4) Penyampaian
laporan rekomendasi
c. Tahap
Tindak Lanjut
1) Kepala
sekolah, guru, dan orang tua mempelajari hasil evaluasi
2) Menyusun
skala prioritas
3) Menetapkan
sasaran dan target sekolah
4) Menyusun
program kerja untuk meningkatkan mutu sekolah
5. Personal
yang Terlibat dalam MPMS
Semua komponen sekolah yaitu kepala
sekolah, guru, pagawai administrasi, siswa, dan orang tua siswa harus didorong
untuk mengambil peran masng-masing. Setiap individu atau bagian dari sekolah
harus memahami bahwa pekerjaannya berpengarh terhadap kerja orang lain dan
masing-masing orang harus bekerjasama untuk menngkatkan kerja sekolah sebagai
suatu sistem.
6. Hubungan
Sekolah dengan Orang Tua Siswa dalam MPMS
Hubungan sekolah dan oarng tua
siswa harus akrab dan sekolah harus memiliki prinsip:
a. Sasaran
utama sekolah adalah kepuasan orang tua siswa
b. Kualitas
pendidikan siswa bermula dan berakhir pada orang tua siswa
c. Orang
tua siswa diundang ke sekolah tidak hanya karena adanya unsur negatif
d. Dukungan
finansial orang tua siswa sangat penting
e. Orang
tua siswa dengan berbagai unsur dari sekolah merupakan suatu tim yang tangguh
dalam meningkatkan mutu sekolah.


0 comment:
Posting Komentar