Pages

Kamis, 03 Maret 2016

Tugas Kuliah

PENGENDALIAN MUTU DENGAN MANAJEMEN MUTU TERPADU


RESUME
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
yang dibina oleh Bapak Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd dan Bapak Dr. Juhariyanto, M.M, M.Pd




oleh:

Dewi Eka Ratnasari                (140131603822)



  






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Januari 2015





A.  Pendahuluan
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kepala sekolah sebagai manajer perlu menerapkan pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) yang diterjemahkan dari Total Qulity Management (TQM). Sejak tahun 1980-an MMT mulai diterapkan dalam bidang pendidikan di negara maju dan ternyata berhasil dengan baik. Tren manajemen semacam ini mulai diterapkan di Indonesia di bidang pendidikan dengan dilaksanakan uji coba di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
B.  Pengertian Manajemen Mutu Terpadu
MMT adalah satu pendekatan manajemen yang memusatkan perhatian pada peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu komponen terkait. Setiap komponen terkait dalam manajemen berproses secara terpadu untuk mencapai mutu pendidikan yang diharapkan. Sasarannya adalah kepuasan pelanggan, baik pelanggan internalmaupun pelanggan eksternal. MMT memerlukan komitmen bersama dalam melaksanakan tugas masing-masing yang secara sinergis berproses sehingga memenuhi akuntabilitas (kebertanggungjawaban) yang diharapkan.
C.  Komponen-Komponen Mutu Pendidikan
a.    Siswa                      : Kesiapan dan motivasi belajarnya.
b.    Guru                       : Kemampuan profesional, moral kerjanya                                                                    (kemampuan  personal), dan kerjasamanya                                                                          (kemampuan sosial).
c.    Kurikulum              : Relevansi konten dan operasionalisasi proses                                                             pembelajarannya.
d.   Dana, sarpras          : Kecukupan dan keefektifan  dalam mendukung                                                        proses pembelajaran.        
e.    Masyarakat             : Partisipasinya dalam pengembengan program-                                                          program pendidikan di sekolah. Mutu komponen-                                                   komponen tersebut di atas menjadi fokus perhatian                                                        kepala sekolah.



D.  Prinsip Dasar Manajemen Mutu Pendidikan
Dalam MMT sekolah dipahami sebagai “Unit Layanan Jasa”, yakni layanan pembelajaran. Prinsip dasar yang dianut dalam MMT adalah:
a.    Kepuasan pelanggan
Berarti sistem pendidikan harus dilaksanakan demi pencapaian kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya para orang tua, pemakai lulusan, penyandang dana, pemerintah, dan pihak lain yang selama ini peduli Sn turut berpartisipasi dalam peningkatan mutu sekolah.
b.    Menekankan proses berfungsinya setiap komponen secara sistemik
Berkait dengan manajemen kurikulum, sumber daya manusia, siswa, sarana dan prasarana, dana , dan partisipasi masyarakat.
c.    Komitmen personel untuk meningkatkan mutu
Berarti setiap orang yang terlibat dalam proses peningkatan mutu pendidikan harus memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan; misalnya pimpinan lembaga pendidikan, para guru atau pelatih, pegawai administrasi, pembantu sekolah, dan yang lainnya merasa memiliki sekolahnya dan bertekad bersama meningkatkan mutu pelayanan dan mutu kerjanya.
d.   Akuntabilitas
Berkait dengan nilai kebertanggungjawaban setiap aktivitas yang dilaksanakan. Berarti setiap komponen pendidikan yang berproses dalam peningkatan mutu pendidikan harus bisa dipertanggungjawabkan  terhadap semua stakeholders. Oleh sebab itu perlu adanya transparansi manajemen yang dilaksanakan di setiap lembaga pendidikan.
E.  Pelanggan Internal dan Eksternal
1.  Pelanggan internal :  guru, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga                                                           administrasi
2. Pelanggan eksternal, terdiri atas: a. Pelanggan primer yaitu siswa
                                                          b. Pelanggan sekunder yaitu orang tua,                                                                          pemerintah dan masyarakat.
                                                          c. Pelanggan tertier yaitu pemakai atau                                                                          penerima lulusan (perguruan tinggi dan                                                                      dunia usaha.
F. Tolak Ukur Keberhasilan Sekolah
 Menurut MMT keberhasilan sekolah diukur dari tingkat kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal. Dilihat dari jenis pelanggannya, maka sekolah dipastikan berhasil jika:
1.      Siswa puas dengan layanan sekolah baik dalam pelajaran yang diterima, perlakuan guru, dan fasilitas sekolah.
2.      Orang tua puas dengan layanan terhadap anaknya maupun terhadap orang tua sendiri.
3.      Pihak pemakai atau pihak penerima lulusan puas karena menerima lulusan dengan kualitas yang sesuai harapan.
4.      Guru dan karyawan puas dengan layanan sekolah.
G. Sifat Layanan Demi Kepuasan Pelanggan
1.      kepercayaan (reliability) yaitu Layanan sesuai yang disajikan yang memenuhi   aspek kejujuran, aman, tepat waktu dan ketersediaan.
2.      keterjaminan (assurance) artinya mampu menjamin kualitas layanan yang diberikan.
3.      penampilan (tangible) artinya bagaimana situasi sekolah tampak baik dari segi kerapian, kebersihan, keteraturan dan keindahan.
4.      perhatian (empathy) artinya sekolah memberikan perhatian penuh kepada pelanggan.
5.      ketanggapan (responsiveness) artinya sekolah harus cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan.

H. Langkah-Langkah Pelaksanaan MMT di Sekolah
1.    Mengubah pola pikir ssekolah dari unit produksi menjadi unit layanan jasa.
2.    Fokus perhatian diletakkan pada proses secara sistemik.
3.    Program atau kegiatan bukan hanya untuk kepentingan sesaat tetapi untuk jangka panjang.
4.    Sekolah harus selalu mengupayakan peningkatan kepuasan pelanggan.
5.    Setiap program harus disertai dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
I.     Saran Praktis Penerapan MMT Di Sekolah
1.    Lakukan pemahaman terhadap MMT secara baik dengan pengkajian MMT secara bersama-sama sampai pada persamaan persepsi.
2.    Ubahlah perintah dari atas menjadi inisitif dari bawah.
3.    Membentuk tim MMT yang bertugas menyusun rencana strategis penerapan MMT.
4.    Laksanakan MMT secara bertahap tetapi berkesinambungan.
J. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah
1. Pengertian Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah ( MPMS)
 Manajemen peningkatan mutu sekolah adalah suatu metode peningkatan mutu yang bertumpu pada sekolah itu sendiri, mengaplikasikan sekumpulan teknik, mendasarkan pada ketersediaan data kuantitatif dan kualitatif, dan pemberdayaan semua komponen sekolah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan sekolah guna memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
2. Penyusunan Program MPMS
            Sekolah menyusun program penngkatan mutu yang mencakup visi, misi, tujuan , sasaran dan target, analisis kemampuan sekolah, program jangka pendek, dan rencana monitoring dan evaluasi. Program MPMS harus dirumuskan secara tertulis dengan jelas, mudah dipahami, kemajuan sekolah dapat dirasakan oleh semua pihak yang terlibat.
3. Teknik Menyusun Program Peningkatan Mutu
a. School Review
Suatu proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama dengan oraang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah serta mutu lulusan.  Dengan begitu akan dihasilkan rumusan tentang kelebihan dan kelemahan, prestasi siswa, dan rekomendasi untuk pengembangan program tahun mendatang.
b. Bench Marking
Suatu kegiatan untuk menetapkan standar dan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu. Langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain tentukan fokus, tentukan indikator, tentukan standar, bandingkan standar dengan realita, tentukan gap yang terjadi , rencanakan target untuk mencapai standar dan rumuskan cara untuk mencapai target.
c. Quality Assurance
            teknik untuk menentukan proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya. Sehingga dapat dideteksi penyimpangan yang terjadi pada proses, akan menghasilkan informasi yang merupakan umpan balik bagi sekolah dan memberikan jaminan bagi orang tua siswa.
d. Quality Control
sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai dengan standar. Namun, kualitas kontrol harus mempunyai indikator kualitas yang jelas dan pasti.
4.Tahap  pelaksanaan MPMS
a.    Tahap persiapan
1)   Menyampaikan informasi pada guru, staf administrasi dan orang tua siswa.
2)   Menyusun tim pengembang, yangbterdiri dari guru, kepala sekolah, dan pakar
3)   Melatih tim evaluasi sekolah
4)   Menentukan fokus yaitu aaspek yang akan dievaluasi berikut dengan indikatornya masing-masing.
5)   Menetukan secara acak subjek sumber informasi dan sample responden
b.    Tahap Implementasi
1)   Pengumpulan informasi
2)   Pengolahan informasi
3)   Penyususnan draft (buram) laporan dan rekomendasi
4)   Penyampaian laporan rekomendasi
c.    Tahap Tindak Lanjut
1)   Kepala sekolah, guru, dan orang tua mempelajari hasil evaluasi
2)   Menyusun skala prioritas
3)   Menetapkan sasaran dan target sekolah
4)   Menyusun program kerja untuk meningkatkan mutu sekolah
5.    Personal yang Terlibat dalam MPMS
Semua komponen sekolah yaitu kepala sekolah, guru, pagawai administrasi, siswa, dan orang tua siswa harus didorong untuk mengambil peran masng-masing. Setiap individu atau bagian dari sekolah harus memahami bahwa pekerjaannya berpengarh terhadap kerja orang lain dan masing-masing orang harus bekerjasama untuk menngkatkan kerja sekolah sebagai suatu sistem.
6.    Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa dalam MPMS
Hubungan sekolah dan oarng tua siswa harus akrab dan sekolah harus memiliki prinsip:
a.    Sasaran utama sekolah adalah kepuasan orang tua siswa
b.    Kualitas pendidikan siswa bermula dan berakhir pada orang tua siswa
c.    Orang tua siswa diundang ke sekolah tidak hanya karena adanya unsur negatif
d.   Dukungan finansial orang tua siswa sangat penting

e.    Orang tua siswa dengan berbagai unsur dari sekolah merupakan suatu tim yang tangguh dalam meningkatkan mutu sekolah.  

0 comment:

Posting Komentar